Pages

Subscribe:

Sabtu, 24 September 2011

Tahapan Pembulatan Program

Tahapan membuat Program
  •   Membuat program kompleks
  •  Membuat program sederhana  
Karakteristik Programmer
Membuat program Interaktif

I. Tahapan-Tahapan Membuat Program
A. Membuat Suatu Program Yang Kompleks
Untuk membuat program yang besar dan kompleks, programmer membutuhkan tahapan-tahapan dibawah ini :
1. Definisi Masalah
2. Analisis Kebutuhan
3. Desain Algoritma / Membuat Rumusan Pemecahan      Masalah
4. Bahasa Pemrograman
5. Testing dan Debugging
6. Dokumentasi
7. Pemeliharaan
1.  DEFINISI MASALAH
  Mendapatkan pemahaman tentang permasalahan yang ada, sehingga akan diperoleh asumsi yang benar sebelum membuat suatu program, selanjutnya maka programmer dapat mengidentifikasi permasalahan secara rinci, menentukan ruang lingkup permasalahan, kendala-kendala yang akan dihadapi, dan berapa lama proses penyelesaian masalah tersebut.
2. ANALISA KEBUTUHAN
  Menentukan data untuk masukan dan keluaran yang diminta, bahasa pemrograman yang digunakan serta tipe komputer apa yang dibutuhkan.  
1.  DEFINISI MASALAH
  Mendapatkan pemahaman tentang permasalahan yang ada, sehingga akan diperoleh asumsi yang benar sebelum membuat suatu program, selanjutnya maka programmer dapat mengidentifikasi permasalahan secara rinci, menentukan ruang lingkup permasalahan, kendala-kendala yang akan dihadapi, dan berapa lama proses penyelesaian masalah tersebut.
2. ANALISA KEBUTUHAN
  Menentukan data untuk masukan dan keluaran yang diminta, bahasa pemrograman yang digunakan serta tipe komputer apa yang dibutuhkan.  
 
3. DESAIN ALGORITMA
  Membuat susunan langkah-langkah/instruksi penyelesaian masalah. Hal ini   dapat dilakukan dengan 2 cara :
  a. Menggunakan Flowchart
  Flowchart adalah penggambaran secara garfik dari langkahlangkah dan urutan –urutan prosedur dari suatu program
   b. Menggunakan Pseudocode
  adalah cara untuk menuliskan sebuah algoritma secara high level (level tingkat tinggi)
4.  BAHASA PEMROGRAMAN
  Sekumpulan perintah yang dirancang untuk menterjemahkan intruksi-intruksi yang ditulis dalam suatu bahasa pemrograman tertentu.
5.  TESTING DAN DEBUGING
  Dilakukan melalui 2 tahap :
  a.   Pengujian Tahap Debuging, Untuk mengecek kesalahan   program, baik sintaksis maupun logika (3 jenis debuging).
  b.  Pengujian Tahap Profiling, Untuk menentukan waktu   tempuh dan banyak nya memori program yang digunakan.   Setelah program bebas dari kesalahan sehingga dapat   dilakukan proses excute program
6. DOKUMENTASI
  Penulisan program yang kompleks harus selalu didokumentasikan setiap kurun waktu tertentu dan jadwal dokumentasi juga perlu dibuat demi menjaga keamanan data. Misalnya : Membuat file backup.
·       SYNTAX ERROR
  Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena kesalahan didalam hal penulisan instruksi didalam program.
  Contoh.
  - Writ  ( dalam bahasa PASCAL )
  - Use ( dalam bahasa PASCAL )
  - cot (bahasa c++)
  - pritf (bahasa c++)
  - dan lain-lain
·       RUN TIME ERROR
  Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena adanya proses arithmathic yang ILLEGAL / tidak bisa diproses.
  Contoh.
  - B = ( 0 / 3 )
  - Akar Minus
  - dan lain-lain

·    LOGIC ERROR
  Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena HUMAN-ERROR-LOGIC (kesalahan logika program yang dibuat oleh programmer)
  Contoh.
  - Hasil / output program yang tidak sesuai
  - Kesalahan program yang tidak dapat      dideteksi
  - dan lain-lain
7.  PEMELIHARAAN
  Pemeliharaan program berfungsi untuk menjabarkan aktivitas dari hasil analisis terhadap sistem dan dilakukan setelah program diimplementasikan dan telah digunakan beberapa saat oleh pemakai. Pemeliharaan mencangkup:
a). Format tampilan yang disesuaikan dengan keinginan   pengguna
b)  Fungsi-fungsi yang tidak sesuai dengan keinginan pengguna
c)   Adaptasi dengan spesifikasi prosesor yang baru dan system   operasi yang baru
B. Membuat Suatu Program Yang Sederhana
  Untuk membuat suatu program yang sederhana,   programmer tidak perlu menggunakan tujuh tahapan   diatas, tetapi cukup beberapa tahap saja, seperti :
1. Definisi Masalah
2. Desain  Algoritma
3. Bahasa Pemrograman
4. Testing and Debugging
Analisa Kebutuhan, Dokumentasi dan Pemeliharaan Tidak perlu dilakukan

II. Karakteristik Seorang Programmer
1.   Mampu menyusun algoritma dengan baik dan logis.
2.   Memiliki ketekunan dan ketelitian yang tinggi.
3.  Menguasai bahasa dan teknik penulisan program dengan baik.
4.   Dapat bekerja sama dalam suatu tim.
5.   Dapat bekerja secara efisien dan tepat waktu
III. Menulis Program Interaktif
- Program harus dapat melakukan validasi terhadap setiap data yang masuk.
- Program harus dapat mengecek setiap kemungkinan-kemungkinan yang penting, yang akan muncul pada data masukan.
- Buatlah format masukan sederhana mungkin.
- Buatlah agar program dapat memberikan tanda bahwa data yang dikehendaki sudah terpenuhi.

Oleh : Resti Yulia

Kamis, 22 September 2011

Konsep Dasar Pemrograman

Algoritma Pemrograman Yang Baik
Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah :
1.Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah
2.Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat
3.Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak menimbulkan 
   arti ganda.
4.Ditulis dengan format yang mudah dipahami dan diimplementasikan ke dalam bahasa 
   pemrograman.
5.Semua operasi yang dibutuhkan terdefinisi dengan jelas.
6.Semua proses harus berakhir setelah sejumlah langkah dilakukan.
Berikut ini contoh program yang mempunyai algortima yang TIDAK BAIK karena 
mengandung kesalahan logika.


#include <stdio.h>
void main ()
{
  int i ;
  i = 0 ;
  while (bil <= 5)
     {
        printf (“Bina Sarana Informatika”\n);
        i = i + i
     }
   return 0;
}

Berikut ini contoh program yang mempunyai algortitma yang BAIK karena mempunyai logika
yang benar

#include <stdio.h>
void main ()
{
  int i;
  i = 0;
  while (i <= 5)
     {
        printf (“Bina Sarana Informatika”\n);
        i = i + 1
     }
   return 0;
}
Standar Suatu Program Yang Baik  
Standar Pemecahan Masalah
teknik untuk dapat membantu memecahkan masalah antara lain teknik Top Down dan
teknik Modular

Teknik Pemerograman TOP-DOWN
Dalam pemrograman top-down (atas ke bawah), yang pertama harus kita definisikan adalah 
modul utama, yaitu modul yang pertama kali dijalankan atau modul yang memanggil modul 
lainnya atau juga modul yang mengakhiri proses program tersebut.
Keuntungan:
-   Penelusuran program mudah
-   Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang Mudah dalam mencari kesalahan
    kesalahan
-  Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
-  Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu
-  Fungsi -fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama Mempermudah 
   dokumentasi.
-  Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau   fungsi  lain 
Teknik Pemerograman MODULAR
Adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil.
Keuntungan :
- Program lebih pendek
- Mudah dibaca dan dimengerti
- Mudah didokumentasi
- Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
- Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal”
Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana 
setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal.
Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine. Sub-routine adalah 
sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.
Standar Penyusunan Program  
1. Kebenaran logika dan penulisan  
Program yang disusun harus memiliki logika dalam pemecahan masalah. Program yang 
dibuat harus memiliki ketepatan, ketelitian dan kebenaran sehingga menghasilkan program 
2.  Waktu penulisan dan eksekusi program
Contoh Logika pengujian yang TIDAK BAIK karena pengujian yang berulang-ulang 
sehingga waktu eksekusi tidak efisien
if (kondisi1)
{
      pernyataan_1;
      ………….
}
if (kondisi2)
{
      pernyataan_2;
      ………….
}
if (kondisi1)
{
      pernyataan_2;
      ………….
} 

Contoh Logika pengujian yang baik karena pengujian yang berulang-ulang 
sehingga waktu lebih efisien :
if (kondisi1)
{
      pernyataan_1;
      ………….
else
if (kondisi2)
     pernyataan_2;
      ………….
else
if (kondisi3)
      pernyataan_3;
      ………….
}

3. Perawatan dan pengembangan program
Penyusunan program harus mempunyai sifat kesederhanaan  dan kejelasan dari program
yang nantinya akan dikembangkan dan membantu dalam perawatan.
4. Portabilitas
Bahasa pemrograman dan program yang disusun sebaiknya bisa dipakai pada berbagai tipe 
komputer   yang berbeda-beda dan berbagai jenis sistem operasi   (windows,UNIX, Linux, 
Mac, Novell, dll) 
Standar Perawatan Program
1. Dokumentasi, berguna untuk melakukan penelusuran jika   terjadi kesalahan dan 
    memberikan informasi kepada orang lain.
2. Penulisan Instruksi
a. Berikan keterangan untuk awal statement atau instruksi yang tergabung dalam 
     sekelompok statement.
b. Awal dan akhir statement dari sekumpulan   statement ditulis pada kolom yang 
    sama
           c. Gunakan sebaris atau beberapa baris kosong sebagai pemisah.
 
           d. Hindari pernyataan untuk Percabangan
              (IF statement ) yang sangat rumit dan  Nested   Loop (Loop disalam Loop lain)     
               yang berlebihan.
          e. Gunakan “kurung buka dan tutup” dalam menulis suatu ekspresi Aritmatika 
              atau logika.
          f.  Gunakan “Spasi” dalam menulis statement atau   instruksi.  

Sifat Penulisan Program
a.  Program Oriented
     Penulisan program yang struktur programnya selalu   berubah, apabila kondisi data yang 
     diproses didalam   program tersebut, bertambah volume  datanya.Selain itu   penulisan 
     program ini bersifat   statis (tetap)   dan tidak   fleksibel   (Contoh: program animasi)
b. Data Oriented
    Penulisan program yang struktur programnnya   tidak    selalu berubah, walaupun volume 
    data yang diproses di dalam program tersebut, dalam   jumlah besar. Selain itu pula 
    penulisan program ini   bersifat dinamis dan mempunyai tingkat   fleksibilitas   yang 
    tinggi. (Contoh : Program aplikasi) 

Program Interaktif 
Yaitu penulisan program yang terstruktur, dimana programnya dapat dipergunakan oleh
pengguna secara mudah dan dapat dimengerti tentang proses yang sedang dilakukan oleh 
program tersebut serta dapat mengatur kebutuhan akan peranti masukan dan keluaran.

Oleh : Aifah

Pengenalan Dasar Pemrograman

Pengertian   
Program adalah pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah.
Menurut P. Insap Santosa, program adalah kumpulan instruksi atau perintah yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai urutan nalar yang tepat untuk menyelesaikan suatu persoalan. Instruksi (statement) yang dimaksud adalah syntax (cara penulisan) sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan yang mempunyai komponen-komponen : input, Output, Proses, Percabangan dan Perulangan.
Bahasa Pemrograman
• Adalah alat untuk membuat program
• Contoh: C, C++, C#, Pascal, Basic, Perl, PHP, ASP, JHP, Java, dll.
• Perbedaan: cara memberikan instruksi
• Persamaan: bertujuan menghasilkan output yang sama
Terdapat 3 faktor penting dalam bahasa pemrograman :
1.  Sintaks adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasanya).
2.  Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement    tersebut.
3.  Kebenaran logika  adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement. 

Dalam membuat sebuah program, kita harus memakai teknik pemrograman, adapun teknik- 
teknik pemrograman tersebut diantaranya :
Pemrograman Prosedural
– Berdasarkan urutan-urutan, sekuensial
– Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan 
  kumpulan instruksi yang dikerjakan secara berurutan.
– Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil dan apa yang sudah diubah.
Pemrograman Fungsional
– Berdasarkan teori fungsi matematika
– Fungsi merupakan dasar utama program.
Pemrograman Terstruktur
– Secara berurutan dan terstrukrtur.
– Program dapat dibagai-bagi menjadi prosedur dan fungsi.
– Contoh: PASCAL dan C
Pemrograman Modular
– Pemrograman ini membentuk banyak modul.
– Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri
– Sebuah program dapat merupakan kumpulan modul-modul.
– Contoh: MODULA-2 atau ADA
Pemrograman Berorientasi Obyek
– Pemrograman berdasarkan prinsip obyek, dimana obyek memiliki data/variabel/property 
  dan method/event/prosedur yang dapat dimanipulasi
– Contoh: C++, Object Pascal, dan Java.
Pemrograman Berorientasi Fungsi
– Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini.
– Contoh: SQL (Structured Query Language), HTML, XML dan lain-lain.
Pemrograman Deklaratif
– Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan daripada 
  memecahkan masalah dengan implementasi algoritma.
– Contoh: PROLOG

 Kriteria Bahasa Pemrograman
Beberapa kriteria pemilihan sebuah bahasa pemrograman : 
Clarity, simplicity dan unity
  Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu 
  programer mengembangkan suatu algoritma.
Orthogonality
  Merupakan suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa 
  pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan.
Kewajaran untuk aplikasi
  Bahasa pemrograman harus mempunyai struktur data, operasi-operasi, struktur kontrol dan 
  syntax yang tepat untuk memecahkan suatu masalah.
Mendukung abstraksi
  Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programer untuk membuat suatu solusi 
  dari masalah yang dihadapi.
Kemudahan untuk verifikasi program
  Dengan verifikasi data yang mudah, maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan 
  dikembangkan.
Lingkungan Pemrograman 
  Lingkungan pemrograman dapat berarti editor yang digunakan, dokumentasi yang baik, 
  fasilitas debugging, user interface yang baik ataupun tools lain yang dapat digunakan untuk 
  memudahkan pekerjaan progamer.
Portabilitas program
Kemudahan program untuk dipakai diberbagai jenis komputer.
Biaya Penggunaan
  a. Biaya eksekusi program
  b. Biaya kompilasi program
  c. Biaya penciptaan, testing dan penggunaan program
  d. Biaya pemeliharaan program

 Aspek Pemrograman  
Dalam pengolahan data dan pembuatan sebuah program diperlukan beberapa aspek-aspek dasar yaitu :
A. Brainware
Tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoperasian    sistem unit komputer didalam proses pengolahan data untuk   menghasilkan suatu informasi yang tepat waktu, tepat guna dan akurat.
Contoh : Sistem Analis, Programmer, operator, Technical Support, dll.
B. Hardware
Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia    ( Brainware ).
Contoh : CPU, Monitor, Keyboard, Harddisk, Disk drive, dll.
C. Software
Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia ( Brainware ).
Contoh : Sistem Software, Application Software, Package Software, dll
Bahasa Pemrograman Berdasarkan  Perkembangan 
Machine Language
bahasa Pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin ( komputer ) yang didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal 2 (dua) keadaaan yang berlawanan, yaitu :
- Bila tejadi kontak  (ada arus) bernilai 1
- Bila kontak terputus (tidak ada arus) bernilai 0
Low Level Language (Bahasa tingkat rendah)
  Karena susahnya bahasa mesin, maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan “Mnemonics” ( Pembantu untuk mengingat ).  
Bahasa Pemrograman yang menerjemahkan Mnemonics disebut    Assembler.
Contoh:Add, Substract, Mov
Middle Level Language (Bahasa tingkat menengah)
Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan gramatikal   dalam penulisan pernyataan, mudah untuk dipahami dan memilik   instruksi - instruksi tertentu yang dapat langsung diakses oleh komputer.
Contohnya adalah bahasa  C.
High Level Language (Bahasa tingkat tinggi)
Bahasa Pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah   dipahami secara langsung. Bahasa pemrograman ini terbagi menjadi 2   yaitu :
1.  Procedure Oriented Language
a.  Scientific
  Digunakan untuk memecahkan persoalan      Matematis/perhitungan
  Misal : Algol, Fortran, Pascal, Basic
b.  Bussines
  Digunakan untuk memecahkan persoalan dalam   bidang bisnis.
  Misal : Cobol, PL/1.
2.  Problem Oriented Language
  Misal :  RPG (Report Program Generator).
Object Oriented Language  (Bahasa berorientasi obyek) 
Bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek. Bahasa pemrograman ini mengandung 
fungsi-fungsi untuk   menyelesaikan   suatu permasalahan dan program tidak harus menulis 
secara detail   semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria   yang 
dikehendaki saja
Contohnya : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C , dll.

Kerangka Dasar Pemrograman

Origination
Tahap ini berhubungan dengan process pengumpulan data, yang biasanya merupakan proses pencatatan(recording) data ke dokumen dasar.
Input
Tahap ini merupakan proses pemasukkan data(entry data) kedala proses komputer melalui peralatan input(input device)
Process
Tahap ini merupkana proses pengolahan data dari data yang sudah dimasukkan yang berupa proses menghitung, membandingkan, menglasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan dan mencari di storage
Output
Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output(output device) yang berupa informasi.
Distribution
Tahap ini merupakan proses penyebaran inromasi kepada pihak-pihak yang berhak dan membutuhkan informasi
Storage
Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahana data ke secondary storage, yang dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.


Oleh : Winarni